Home Automotive Car Ketertarikan Adhi KZ Dengan Dunia Mobil
CarSocial

Ketertarikan Adhi KZ Dengan Dunia Mobil

Share
Share

Buat sebagian orang, mobil cuma alat transportasi dari titik A ke titik B. Tapi buat Adhi KZ, mobil adalah bagian dari cerita hidup. Tempat memori tumbuh, ego diuji, dan passion dibentuk.

Ketertarikannya bukan lahir dari media sosial atau tren sesaat. Semua bermula dari rumah. Dari sang kakak yang lebih dulu terjun ke dunia modifikasi menggunakan velg rally, suspensi diceperin, grill kawat jaring yang waktu itu terlihat “gaul”. Di situ Adhi belajar satu hal penting: mobil bukan benda mati. Mobil bisa diubah, dibentuk, dan dijadikan refleksi pemiliknya.

Meski sekarang identik dengan Toyota Corolla KZ, mobil pertama yang benar-benar bikin dia jatuh hati adalah Toyota Starlet Kapsul. Bukan karena kencang, tapi karena fitur. Di zamannya, electric mirror, power window, dan central lock terasa seperti teknologi masa depan. Dibanding Starlet kotak milik keluarganya sebelumnya, versi kapsul terasa seperti naik level.

Menurut Adhi, setiap mobil punya karakter. Ada yang wajahnya seperti “senyum”, ada yang auranya “galak”. Semakin lama bersama, mobil terasa seperti punya kepribadian sendiri.

Kalau Starlet adalah cinta pertama, maka Toyota Corolla KZ adalah simbol pencarian jati diri. Mobil itu menemaninya dari kecil sampai akhirnya diwariskan. Ia merestorasinya hingga kembali prima. Saat selesai, sang ibu hanya berkata, “Mobilnya bagus banget, kayak waktu masih baru.” Kalimat sederhana, tapi cukup untuk menghidupkan kembali memori keluarga.

Adhi memang banyak bermain di mobil era 80–90an. Tapi bukan berarti anti mobil baru. Ia mengakui teknologi dan desain sekarang luar biasa. Hanya saja, menurutnya mobil lama punya karakter yang lebih kuat. Mobil baru sering butuh waktu untuk benar-benar terasa “punya jiwa”.

Soal modifikasi? Kontekstual. Kalau itu satu-satunya mobil, fungsi harus jadi prioritas. Kalau sudah punya mobil kedua, silakan eksplor gaya. Ia pernah salah langkah, mengorbankan fungsi demi tampilan. Tapi itu bagian dari proses. Bagi Adhi, modifikasi bukan soal ikut tren, melainkan soal kepuasan pribadi.

Ia juga percaya pada selera sendiri. Pernah dibilang pilihan velgnya jelek, tapi tetap dipasang. Kalau salah? Tanggung sendiri. Di situlah passion diuji bukan demi validasi, tapi demi keyakinan.

Mobil ideal versinya harus tetap fungsional, punya performa, dan tentu saja karakter kuat. Salah satu mobil impiannya? Mitsubishi Evo 9 Wagon. Sleeper, kencang, tapi tetap usable.

Saat ditanya tim Human On Wheels, pilih mobil mahal tapi jarang dipakai atau mobil sederhana penuh cerita? Tegasnya adalah mobil sederhana dengan banyak cerita.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *