Dunia balap motor sport biasanya didominasi oleh usia muda, namun Denise Yeung siap mematahkan semua stigma tersebut. Di usianya yang menginjak 50 tahun, ibu dari tiga anak ini sedang berada di jalur cepat menuju salah satu balapan paling menantang dan bergengsi di dunia: 24 Hours of Le Mans.
Bagi banyak orang, usia setengah abad adalah waktu untuk mulai memperlambat ritme hidup. Namun bagi Denise, ini adalah momen untuk menginjak pedal gas sedalam-dalamnya.
,亦好感恩我的贊助商-@etomarketsglobal-一直支持。今次會以最佳狀態回饋大家,週-768x1024.jpg)
Siapa Denise Yeung? Dari Ibu Rumah Tangga ke Lintasan Balap
Denise bukanlah sosok baru di dunia motorsport Asia, namun kisahnya selalu menginspirasi. Di luar lintasan, ia adalah seorang ibu yang sibuk mengurus tiga buah hatinya. Namun begitu mengenakan helm dan baju balap (racing suit), ia berubah menjadi pembalap tangguh dengan fokus luar biasa.
Memulai karier balap di usia yang tidak lagi muda bukanlah hal mudah. Denise harus membagi waktu antara kewajiban domestik, bisnis, dan latihan fisik yang super ketat. Namun, dedikasi dan kecintaannya pada kecepatan membuktikan bahwa batasan usia hanyalah angka di atas kertas.

Misi Menuju Le Mans: Ujian Fisik dan Mental Terbesar
Balapan 24 Hours of Le Mans di Prancis bukan sekadar balapan biasa. Ini adalah ujian ketahanan (endurance) ekstrem di mana pembalap harus memacu mobil dengan kecepatan tinggi selama 24 jam penuh, bergantian dalam tim, melintasi siang dan malam, serta menghadapi cuaca yang tak menentu.
Untuk mempersiapkan diri, Denise menjalani regimen latihan yang intensif:
- Latihan Fisik Ekstrem: Memperkuat otot leher, core, dan stamina kardio untuk menahan gaya G-force di tikungan.
- Simulasi Balap: Menghabiskan puluhan jam di simulator untuk menghafal setiap sudut sirkuit Le Mans yang legendaris.
- Manajemen Mental: Melatih fokus agar tetap tajam meski dalam kondisi kurang tidur dan kelelahan ekstrem.
“Ini bukan hanya tentang kecepatan, ini tentang daya tahan. Sebagai seorang ibu, saya sudah terbiasa dengan malam-malam tanpa tidur dan multitasking. Saya akan membawa kekuatan mental itu ke atas lintasan,” ujar Denise optimis.
Menginspirasi Generasi Baru dan Para Perempuan
Keikutsertaan Denise di Le Mans membawa misi yang lebih besar dari sekadar trofi. Ia ingin menjadi bukti hidup bagi anak-anaknya dan seluruh perempuan di dunia bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mengejar impian terbesar mereka.
Di industri yang masih didominasi pria, kehadiran seorang ibu berusia 50 tahun di grid Le Mans adalah pesan kuat tentang inklusivitas dan kekuatan tekad.

Leave a comment