Maranello baru saja membuka lembaran paling berani sekaligus paling kontroversial dalam 78 tahun sejarahnya. Melalui sebuah peluncuran megah di Roma, Ferrari resmi memperkenalkan Ferrari Luce (dibaca: loo-chey, berarti “Cahaya” dalam bahasa Italia). Ini adalah kendaraan listrik murni (Full EV) pertama berlogo Kuda Jingkrak yang langsung memicu perdebatan panas di seluruh dunia.
Bagi sang CEO, Benedetto Vigna, Luce sengaja dirancang untuk menjadi mobil yang “polarisasi” (memancing reaksi kuat). Dan benar saja, di kalangan Purist (penggemar fanatik Ferrari), kehadiran mobil ini memicu pro dan kontra yang sangat tajam.

Sisi “Pro”: Mahakarya Engineering dengan Performa Monster
Bagi mereka yang menyambut era elektrifikasi, Ferrari Luce adalah bukti bahwa Maranello tidak kehilangan taji teknisnya meski tanpa mesin V12. Di atas kertas, spesifikasi Luce sangat mengerikan:
- Tenaga Dahsyat: Dilengkapi 4 motor listrik independen (satu di setiap roda) yang memuntahkan tenaga total 1.035 HP.
- Akselerasi Kilat: Mampu melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,5 detik dengan kecepatan maksimal mencapai 310 km/jam.
- Bukan Suara Palsu: Ferrari menolak menggunakan suara buatan dari speaker. Sebagai gantinya, mereka memasang sensor akselerometer di gandar belakang yang menangkap getaran mekanis asli dari motor listrik, lalu mengamplifikasinya seperti prinsip pickup gitar elektrik. Hasilnya adalah raungan otentik yang bisa didengar di dalam dan luar kabin.
- Sasis Ramah Lingkungan: Sasis dan bodinya dibangun menggunakan 75% aluminium daur ulang, memangkas emisi produksi hingga 70%.

Sisi “Kontra”: “Apakah Ini Masih Sebuah Ferrari?”
Di seberang kubu, gelombang kritik tajam datang dari para loyalis, pengamat, bahkan mantan petinggi Ferrari sendiri. Beberapa poin yang menjadi sasaran amuk massa antara lain:
- Desain “Radikal” Kolaborasi Apple: Desain eksterior dan interior Luce digarap bersama LoveFrom, studio milik mantan bos desainer Apple, Sir Jony Ive, dan Marc Newson. Alhasil, lekukannya sangat mulus, minim detail agresif, dan dinilai terlalu mirip dengan estetika mobil listrik massal saat ini. Di media sosial, beberapa netizen bahkan mengejek skema warna peluncurannya mirip dengan mobil listrik harian.
- Bukan Supercar, Tapi Sedan 5-Seater: Ini adalah mobil 5-seater pertama dalam sejarah Ferrari. Memiliki panjang 5 meter dengan model liftback/saloon yang bongsor, bentuk ini dinilai merusak siluet eksotis khas mobil sport dua pintu yang selama ini melegenda.
- Bobot yang Berat: Menggendong baterai raksasa 122-kWh membuat bobot Luce membengkak hingga hampir 2,2 ton (4.982 lbs)—angka yang sangat tabu untuk sebuah mobil yang membawa nama besar Ferrari.
Kritik paling keras bahkan datang dari mantan bos legendaris Ferrari, Luca di Montezemolo (78).

“Jika saya harus mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya akan menyakiti Ferrari. Kita sedang mempertaruhkan kehancuran sebuah legenda,” ujarnya kepada media Italia.
Pertaruhan Senilai €550.000
Dijual dengan harga fantastis mulai dari €550.000 (sekitar Rp9,6 miliar sebelum pajak), Ferrari Luce adalah eksperimen besar untuk menguji apakah status mewah dan eksklusivitas Ferrari bisa bertahan tanpa raungan bensin yang ikonik.
Ferrari tidak sedang mengikuti arus tren, mereka sedang bertaruh apakah bisa menciptakan emisi nol tanpa kehilangan “jiwa” yang membuat orang jatuh cinta pada brand ini sejak era Enzo Ferrari. Pengiriman pertama untuk konsumen di Eropa dijadwalkan pada akhir tahun ini, sementara pasar Amerika Serikat baru akan mendapatkannya di tahun 2027.

Leave a comment