Ketegangan industri otomotif global makin panas. Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan langkah tegas untuk membatasi masuknya kendaraan asal China ke pasar domestiknya.
Adalah Bernie Moreno, Senator Partai Republik, yang secara terbuka mengumumkan bahwa pihaknya sedang menyusun rancangan undang-undang (RUU) untuk memperketat peredaran mobil, teknologi, hingga kemitraan yang berhubungan dengan produk otomotif China.

Pernyataan ini muncul jelang gelaran New York Auto Show 2026, dan langsung memicu perhatian dunia otomotif.
Dalam forum otomotif tersebut, Moreno menyampaikan pernyataan keras:
“Tidak akan pernah ada skenario di mana mobil buatan China memasuki pasar kami.”
Langkah ini merupakan lanjutan dari kebijakan sebelumnya yang sudah mulai dibangun sejak era Presiden Joe Biden pada awal 2025.

Kekhawatiran utama AS bukan semata soal bisnis, tapi keamanan nasional.
Moreno bahkan membandingkan langkah ini dengan pelarangan teknologi dari perusahaan seperti Huawei di sektor telekomunikasi.
RUU ini juga menyerempet kerja sama teknologi yang sudah berjalan.
Kerja sama tersebut dianggap bertentangan dengan upaya AS untuk menjaga kemandirian teknologi otomotif.
Kalau RUU ini benar-benar disahkan, efeknya bisa sangat luas:
- Brand China seperti BYD, NIO, Geely, Zeekr makin sulit masuk AS
- Perang dagang otomotif bisa makin panas
- Rantai pasok global berpotensi terganggu
- Harga kendaraan bisa ikut terdampak

Leave a comment