Nama Stephanus Widjanarko mungkin asing di telinga kalian, Stepahie Widjanarko yang memiliki sapaan hangat Tephie adalah alumnus S1 Teknik Mesin ITB dan S2 Engineering Fluidic Dynamics di University of Twente (Belanda). Dan ia memiliki karir yang cukup cemerlang di dunia F1.

Tephie sudah membangun karirnya di F1 sejak 2013 sampai sekarang. Dalam kurun waktu tersebut, dirinya tergabung dalam tim Toro Rosso yang kemudian berganti nama menjadi Alpha Tauri dan kini Racing Bulls. Di tim tersebut ia berfokus pada sektor aerodinamika, spesifik pada area sayap depan dan nose cone.
Pencapaian signifikan selama masa aktifnya di tim Toro Rosso adalah pencapaian podium oleh Daniil Kvyat di GP Jerman 2019 dan Gasly di GP Brazil 2019, dan kemenangan yang diraih Pierre Gasly pada Grand Prix Italia 2020 di Monza.

Pada 2026, Tephie bergabung dalam tim Cadillac F1. Cadillac merupakan tim baru yang akan debut di Formula 1 musim 2026, setidaknya selama dua musim Cadillac berlaga di F1 dengan mesin V6 turbo hybrid dari Ferrari. Karena rencananya pada 2028, mereka akan menggunakan power unit hasil pengembangannya sendiri.
Tephie memiliki tugas di Cadillac F1 sebagai Lead Engineer. Tephie memiliki tugas untuk menciptakan mobil Cadillac F1 dari nol, ia memimpin riset untuk menerjemahkan regulasi aerodinamika yang baru ke mobil balap yang akan terjun ke lintasan.

Leave a comment