Home Automotive Car Sering Dikira Sama, Mobil Mewah dan Mesin Jet Rolls-Royce Ternyata Dibuat oleh Dua Perusahaan Berbeda!
CarNews

Sering Dikira Sama, Mobil Mewah dan Mesin Jet Rolls-Royce Ternyata Dibuat oleh Dua Perusahaan Berbeda!

Share
Share

Ketika mendengar nama Rolls-Royce, apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Mayoritas orang pasti langsung membayangkan deretan mobil super mewah nan ultraluks seperti Phantom, Ghost, atau SUV Cullinan yang menjadi simbol status kaum konglomerat dunia.

Di sisi lain, bagi pencinta dunia aviasi, nama Rolls-Royce sangat lekat dengan mesin jet raksasa yang menggerakkan pesawat komersial berbadan lebar seperti Airbus A350 atau Boeing 787 Dreamliner.

Logo besarnya sama, namanya sama, dan reputasinya sama-sama berada di kasta tertinggi dalam hal keandalan engineering. Namun, tahukah Anda? Mobil mewah Rolls-Royce dan mesin jet Rolls-Royce saat ini bukan dibuat oleh perusahaan yang sama. Keduanya adalah entitas bisnis yang sepenuhnya terpisah dan bahkan dimiliki oleh korporasi yang berbeda.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Mari kita bedah sejarahnya.

Berawal dari Satu Atap yang Sama

Pada mulanya, keduanya memang satu keluarga. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1906 oleh Charles Rolls dan Henry Royce dengan nama Rolls-Royce Limited. Awalnya mereka fokus memproduksi mobil-mobil premium.

Namun, saat Perang Dunia I pecah, perusahaan ini mulai mendesain dan memproduksi mesin pesawat terbang atas permintaan militer. Bisnis mesin pesawat ini tumbuh sangat pesat hingga akhirnya menjadi pilar bisnis terbesar mereka, bahkan melampaui divisi otomotifnya.

Momen Perpecahan di Tahun 1970-an

Titik balik pemisahan ini terjadi pada tahun 1971. Saat itu, Rolls-Royce Limited mengalami krisis keuangan hebat akibat biaya pengembangan mesin jet berspesifikasi radikal saat itu, RB211, membengkak drastis. Perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut.

Karena mesin jet Rolls-Royce dianggap sebagai aset nasional yang sangat vital bagi militer dan industri penerbangan Inggris, pemerintah Inggris akhirnya mengambil alih dan menasionalisasi perusahaan tersebut.

Dari sinilah restrukturisasi besar-besaran dimulai. Pemerintah Inggris memutuskan untuk memisahkan lini bisnis mobil dan lini bisnis mesin pesawat demi menyelamatkan finansial keduanya:

  1. Divisi Mesin Pesawat: Tetap dipertahankan dan bertransformasi menjadi Rolls-Royce plc. Perusahaan inilah yang berfokus penuh pada industri kedirgantaraan, kedokteran laut, dan pertahanan.
  2. Divisi Mobil: Dipisahkan menjadi entitas mandiri bernama Rolls-Royce Motors, yang sempat dibeli oleh perusahaan eksterior Vickers pada tahun 1980 sebelum akhirnya dilego ke raksasa otomotif Jerman.

Kepemilikan Saat Ini: BMW vs Korporasi Aviasi

Hingga saat ini, pemisahan tersebut terus berlanjut dengan peta kepemilikan sebagai berikut:

  • Mobil Rolls-Royce (Rolls-Royce Motor Cars): Saat ini merupakan anak perusahaan sepenuhnya dari BMW Group asal Jerman. BMW memegang hak penuh atas produksi mobil mewah, logo ikonik Spirit of Ecstasy, serta grille depan yang khas sejak tahun 1998. Pabriknya berada di Goodwood, Inggris.
  • Mesin Jet Rolls-Royce (Rolls-Royce plc): Merupakan perusahaan publik mandiri yang terdaftar di bursa saham London. Mereka fokus memproduksi mesin jet pesawat, mesin kapal laut, hingga teknologi nuklir. Perusahaan ini tidak ada hubungannya dengan BMW.

Berbagi Nama dan Warisan Kejayaan

Meskipun saat ini mereka adalah dua perusahaan yang berbeda secara hukum dan finansial, keduanya masih berbagi hak atas merek dagang nama “Rolls-Royce” dan logo monogram “RR”.

Jadi, jika besok Anda melihat sebuah mobil Rolls-Royce melintas di jalanan kota dan melihat pesawat terbang bermesin Rolls-Royce melintas di langit, Anda tahu bahwa keduanya tidak lagi keluar dari pintu pabrik yang sama. Keduanya hanyalah dua sepupu jauh yang sama-sama mewarisi nama besar sang legenda aviasi dan otomotif dunia.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *