Home Automotive Car Perhatikan Hal Berikut Jika Jadi Single Driver Selama 8 Jam
CarSocial

Perhatikan Hal Berikut Jika Jadi Single Driver Selama 8 Jam

Share
Share

Perjalanan jauh seperti mudik Lebaran sering kali memaksa seseorang menjadi single driver atau pengemudi tunggal tanpa pengganti. Meski bukan kondisi ideal, situasi ini cukup umum terjadi terutama saat tidak ada rekan yang bisa bergantian menyetir.

Namun, mengemudi sendirian dalam perjalanan panjang yang bisa mencapai lebih dari 8 jam tentu memiliki risiko tinggi, terutama terkait kelelahan dan penurunan konsentrasi.

Menurut Sonny Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menjadi single driver bukanlah hal yang salah.

Namun, ada satu syarat utama: kondisi tubuh harus benar-benar fit.

“Single driver bukan hal yang salah, tapi memang sangat dibutuhkan kondisi tubuh fit. Salah satunya harus ada manajemen waktu yang baik untuk istirahat agar stamina tetap terjaga,” jelasnya.


Dalam kondisi normal, batas maksimal berkendara untuk single driver adalah 8 jam.

Setelah mencapai batas tersebut, pengemudi wajib melakukan istirahat besar dengan tidur sebelum melanjutkan perjalanan.

Agar tetap aman, perjalanan 8 jam tersebut tidak boleh dilakukan tanpa jeda. Ada pola istirahat yang direkomendasikan, yaitu 3–3–2.

Berikut penjelasannya:

1. Setelah 3 Jam Pertama

Pengemudi wajib berhenti untuk istirahat singkat.

  • Durasi: 5–15 menit
  • Aktivitas: minum, makan ringan, stretching
  • Tujuan: menjaga fokus dan mengurangi kelelahan awal

2. Setelah 3 Jam Kedua

Kembali lakukan istirahat singkat dengan durasi yang sama.

  • Tetap 5–15 menit
  • Hindari istirahat terlalu lama agar tidak kehilangan “mood” berkendara

3. Setelah 2 Jam Terakhir (Total 8 Jam)

Ini adalah waktu istirahat besar.

  • Wajib tidur 1–2 jam
  • Jangan lanjut berkendara tanpa tidur

Kenapa Istirahat Itu Penting?

Kelelahan saat berkendara bisa berdampak serius, seperti:

  • penurunan konsentrasi
  • reaksi lebih lambat
  • risiko microsleep (tertidur sesaat)

Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara di tol dengan kecepatan tinggi.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *