Krisis energi global mulai menunjukkan dampak nyata. Kali ini, Australia jadi salah satu negara yang terdampak serius akibat konflik di Timur Tengah. Isu kelangkaan bahan bakar memicu panic buying besar-besaran, bahkan membuat ratusan SPBU kehabisan stok.
Dilansir dari The Independent, lonjakan pembelian BBM di Australia mencapai 400 persen dibandingkan hari normal. Padahal, secara suplai, pemerintah mengklaim stok masih dalam kondisi cukup.
Situasi makin serius setelah Chris Bowen selaku Menteri Energi Australia mengonfirmasi bahwa 608 SPBU di seluruh Australia kehabisan BBM.
Dengan total sekitar 7.798 SPBU di seluruh negeri, artinya hampir 8 persen SPBU benar-benar kosong.

Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan bahwa krisis ini bukan karena kekurangan suplai, melainkan lonjakan permintaan yang tidak wajar.
“Kami memahami masyarakat berada di bawah tekanan nyata. Tapi dengan pembelian normal, stok saat ini sebenarnya cukup.”
Untuk meredam kepanikan, pemerintah memastikan pasokan tambahan sedang dalam perjalanan, termasuk:
- 6 tanker bahan bakar jet dari China
- Jadwal kedatangan bertahap hingga 8 April

Akar masalahnya tetap sama: konflik Iran vs AS-Israel yang berdampak ke jalur distribusi minyak global, terutama di Selat Hormuz.
Akibatnya, meskipun stok sebenarnya cukup, sistem distribusi jadi “kalah cepat” dibanding permintaan.
Krisis BBM di Australia jadi bukti nyata bagaimana konflik global bisa langsung berdampak ke kehidupan sehari-hari.
Leave a comment