Kalau bicara Jimny, mayoritas orang langsung mikir JB74. Wajar jika model ini jadi ikon Jimny modern di Indonesia. Tapi ada satu varian yang justru lebih langka dan jarang dibahas: Jimny Wide.
Jimny Wide hadir sebagai jembatan antara Jimny klasik dan generasi baru. Lebarnya beda, karakternya beda, dan populasinya jauh lebih sedikit. Masalahnya, ia datang di era yang kurang tepat. Saat pasar belum benar-benar siap menerima Jimny sebagai lifestyle 4×4, bukan sekadar mobil kerja.
Berbeda dengan JB74 yang lahir di momentum hype, Jimny Wide nggak pernah dapat sorotan masif. Distribusinya terbatas, eksposurnya minim, dan banyak unit akhirnya hidup “sunyi” di tangan pemiliknya.
Ironisnya, justru itu yang bikin Jimny Wide spesial. Di jalan, dia lebih jarang ketemu kembarannya. Di komunitas, namanya sering jadi bahan nostalgia. Jimny Wide bukan soal siapa yang paling baru, tapi siapa yang hadir sebelum tren dimulai.
Dan dalam dunia otomotif, yang datang lebih dulu sering kali jadi yang paling langka.
Leave a comment