Home Automotive Car Audi Resmikan Supercar Terbaru Mereka
CarNews

Audi Resmikan Supercar Terbaru Mereka

Share
Share

Setelah resmi menyuntik mati super car ikonisnya, R8, sekitar dua tahun lalu, Audi sempat membantah rumor kehadiran generasi ketiganya. Namun, pabrikan asal Ingolstadt ini mengejutkan dunia otomotif dengan meluncurkan sebuah flagship baru yang siap mengisi kekosongan tersebut.

Bukan lagi memakai emblem R8, monster jalanan ini mengadopsi nama historis: Audi Nuvolari. Nama ini diambil dari Tazio Nuvolari, pembalap legendaris Italia yang mendominasi balapan pada akhir 1930-an bersama Auto Union.

Desain Masa Depan & Sentuhan Formula 1

Audi Nuvolari bukan sekadar mobil konsep biasa. Supercar ini mengusung bahasa desain terbaru Audi yang sebelumnya sempat dipamerkan lewat Concept C.

Berbeda dengan bodi R8 terdahulu yang didominasi aluminium (Audi Space Frame), Nuvolari naik kelas dengan mengombinasikan struktur aluminium tersebut dengan bodi yang mayoritas terbuat dari Carbon-Fiber-Reinforced Polymer (CFRP). Berkat teknologi yang diadopsi dari tim F1 mereka, bobot mobil ini berhasil dipangkas secara optimal.

Secara visual, Nuvolari dibalur dengan warna Titanium yang elegan (mirip dengan Concept C) dan dilengkapi dengan velg center-lock forged pertama dari Audi. Di balik velg tersebut, tertanam rem karbon keramik raksasa dengan kaliper 10-piston di depan dan 4-piston di belakang.

Jantung Mekanis: V8 Twin-Turbo + 3 Motor Listrik

Di sektor dapur pacu, Audi Nuvolari dipersenjatai dengan mesin Plug-in Hybrid (PHEV) yang luar biasa agresif:

  • Mesin Utama: 4.0-liter V8 Twin-Turbo yang mampu berputar hingga 10.000 rpm! Mesin bensin ini sendiri menghasilkan tenaga 789 hp dan torsi 730 Nm.
  • Motor Listrik: 3 buah motor listrik axial-flux.
  • Total Output: 987 Horsepower!

Tenaga brutal ini disalurkan ke sistem penggerak roda, membuat Nuvolari sanggup melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 2,6 detik dengan kecepatan maksimal melebihi 217 mph (350 km/jam). Catatan ini resmi menjadikannya sebagai mobil legal jalanan (street-legal) terkencang dan paling bertenaga dalam sejarah Audi, mengalahkan rekor RS e-tron GT Performance.

Hubungan “Rahasia” dengan Lamborghini Temerario

Bukan rahasia lagi jika Audi dan Lamborghini berada di bawah payung grup yang sama (VAG). Jika dulu R8 berbagi basis dengan Gallardo dan Huracan, maka Nuvolari memiliki hubungan darah yang erat dengan Lamborghini Temerario.

Meskipun arsitektur mesin V8 yang digunakan sama, pihak Audi menegaskan bahwa Nuvolari memiliki karakter yang berbeda berkat penyetelan khas Audi (Audi-specific application) dan sentuhan teknologi F1.

Bahkan, Nuvolari punya beberapa keunggulan di atas kertas dibanding kembarannya dari Italia tersebut:

  • Tenaga: Nuvolari (987 hp) lebih bertenaga 80 hp dibanding Temerario.
  • Akselerasi: Nuvolari 0,1 detik lebih cepat untuk urusan 0-100 km/jam.
  • Baterai: Nuvolari mengusung baterai 7.3 kWh (hampir dua kali lipat dari Temerario yang hanya 3.8 kWh), memberikan jarak tempuh mode listrik murni yang sedikit lebih fungsional untuk jarak dekat.

Interior Mewah dan Kembalinya Kualitas Premium

Masuk ke dalam kabin, Audi menepati janjinya untuk kembali menghadirkan material interior berkualitas tinggi. Kabin Nuvolari memadukan kontrol fisik tombol dengan layar digital modern. Aksen warna di dalam kabin juga sengaja dirancang sebagai penghormatan terhadap mobil balap legendaris Auto Union Type C tahun 1930-an.

Audi menyatakan bahwa kiblat interior mewah pada Nuvolari ini nantinya akan diturunkan ke model-model massal mereka di lini seri “A” dan “Q” di masa depan.

Sangat Langka dan Eksklusif

Jika Lamborghini memproduksi Temerario sebanyak yang diinginkan pasar, Audi memilih jalur yang jauh lebih eksklusif untuk Nuvolari. Mobil ini hanya akan diproduksi sebanyak 499 unit saja di seluruh dunia.

Proses pengiriman ke konsumen dijadwalkan akan dimulai pada paruh pertama tahun 2027. Bersamaan dengan itu, versi produksi dari Concept C (sport car listrik beratap targa) juga dijadwalkan meluncur di tahun yang sama.

Kehadiran Nuvolari membuktikan bahwa meskipun era R8 telah usai, taring Audi di dunia supercar performa tinggi sama sekali belum tumpul!

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *