Ferrari menegaskan satu hal penting di tengah arus elektrifikasi: mesin bensin, termasuk V12 legendaris, belum akan pensiun dalam waktu dekat. Pabrikan asal Maranello ini percaya bahwa suara, karakter, dan sensasi mesin pembakaran internal masih jadi bagian inti dari DNA Ferrari.
Bagi Ferrari, V12 bukan sekadar konfigurasi mesin. Ia adalah simbol sejarah, emosi, dan pengalaman berkendara yang sulit digantikan motor listrik. Selama regulasi masih memungkinkan dan teknologi bisa menekan emisi, Ferrari akan terus menyempurnakan mesin bensin lewat efisiensi, hybridisasi, dan rekayasa modern—tanpa menghilangkan jiwanya.
Ferrari memang sudah melangkah ke era elektrifikasi, tapi dengan pendekatan bertahap. Mobil listrik murni akan hadir, namun bukan untuk menghapus identitas lama. Justru, Ferrari ingin memberi pilihan: performa modern tanpa memutus hubungan dengan masa lalu.
Di dunia yang makin sunyi karena elektrifikasi, Ferrari memilih menjaga suara mesin tetap hidup. Setidaknya untuk beberapa tahun ke depan, deru V12 masih akan jadi soundtrack khas kuda jingkrak.
Leave a comment