Ada salah satu kelompok masyarakat yang memproduksi bahan bakar dari sampah plastik, mereka menyebut bahan bakar tersebut dengan nama Petasol. Petasol ini diproduksi oleh kelompok masyarakat asal Cimahi, Jawa Barat.
Petasol telah lolos uji parameter dan uji performa, sehinggad dinyatakan layak untuk dipakai ke kendaraan. Meski Petasol sudah lolos uji tapi masih butuh perjalanan panjang untuk menjual Petasol secara terbuka dan luas. Masih banyak aturan juga yang perlu diterbitkan terkait perizinan dari kementerian teknis.
Bagaimana proses pembuatan Petasol?
- Masyarakat diisyaratkan untuk menyetor sampah plastik terlebih dahulu, untuk mendorong terjadinya ekonomi sirkular.
- Sampah plastik yang sudah terkumpul dibersihkan dan dikeringkan. Kemudian, dipilah sesuai jenis plastik
- Setelah sampah dipilah sesuai jenis yang diinginkan, sampah plastik dimasukkan ke dalam tabung reaktor faspol untuk ‘dimasak’.
- Pemasakan ini menyebabkan rantai polimer plastik yang panjang terpecah menjadi molekul hidrokarbon yang lebih pendek dan menghasilkan uap.
- Uap panas yang berasal dari reaktor akan mengalir ke kondensor untuk proses pendinginan.
- Proses pendinginan ini mengubah uap panas menjadi cair atau minyak bakar.
- Minyak bakar yang mengalir berubah menjadi Petasol dengan beberapa tahapan penyaringan.
Petasol digunakan oleh masyarakat yang sudah setor sampah plastik.
Jadi tidak bisa kalau masyarakat tidak pernah setor sampah plastik kemudian menggunakannya. Itu bukan cerita sirkular ekonomi
Goal kami adalah sampah plasti diproses menjadi BBM, dikembalikan kepada masyarakat dan mereka berhak membeli.
Wahyu Darmawan
Pendiri BBSS Induk Melong 26 Cimahi
Leave a comment