Kehadiran konsep Vision BMW Alpina di ajang Concorso d’Eleganza Villa d’Este 2026 akhir pekan lalu sukses mencuri perhatian dunia otomotif. Meski berwujud coupe megah satu-satunya yang belum tentu diproduksi massal, studi desain ini sebenarnya membawa sinyal kuat untuk masa depan sub-merek baru BMW tersebut. Elemen visual dari konsep berukuran raksasa sepanjang 5.200 mm ini dipastikan menjadi jembatan desain bagi sedan super mewah yang tengah dipersiapkan meluncur tahun depan.


BMW telah mengonfirmasi bahwa model Alpina pertama di era baru ini akan berbasis pada Seri 7 facelift, sekaligus menjadi penerus spiritual dari legendaris B7 yang pensiun pada 2022. Berbeda dari jajaran Seri 7 standar saat ini yang kehilangan opsi delapan silinder, Alpina Seri 7 terbaru dipastikan menggendong mesin V8 turbocharged yang siap menyemburkan tenaga jauh di atas 536 hp. Jantung mekanis ini juga telah disetel secara khusus untuk menghasilkan karakter suara knalpot khas Alpina yang dalam di putaran rendah dan merdu saat dipacu.
Menariknya, mobil ini tidak dirancang untuk berebut status performa murni dengan calon M760 di masa depan. BMW Alpina Seri 7 justru akan melangkah lebih jauh dalam mendefinisikan ulang kemewahan lewat prioritas kenyamanan berkendara yang hakiki. Melalui fitur eksklusif seperti mode pengaturan Comfort+, sedan ini menjanjikan karakter suspensi dan pengendalian yang jauh lebih lembut dan halus dibanding kalibrasi BMW standar.
Meskipun konsep Vision sempat memicu perdebatan karena mengadopsi gril ginjal besar yang dinilai mengurangi keanggunan bersahaja khas Alpina lawas, transformasi ini menegaskan identitas baru yang lebih berani. Dengan interior yang mengadopsi dasbor modern Seri 7 lengkap dengan layar penumpang, sedan mewah masa depan ini akan tetap mempertahankan statusnya sebagai “jelas sebuah BMW Alpina” yang eksklusif bagi kalangan tertentu.
Leave a comment