Volkswagen dilaporkan mengambil tindakan yang cukup mengejutkan, dengan rencana untuk menutup pabrik mereka di Dresden, Jerman dalam waktu dekat. Ini menjadi perubahan signifikan pertama dalam sejarah perusahaan besar di Eropa selama hampir 88 tahun.
Berdasarkan informasi dari Financial Times, keputusan ini diambil saat perusahaan menghadapi tekanan arus kas akibat penurunan penjualan dan permintaan di China serta efek dari tarif di Amerika Serikat yang memengaruhi performa mereka di pasar AS. Kepala merek Volkswagen, Thomas Schafer, menyatakan bahwa keputusan ini bukanlah sesuatu yang dilakukan dengan sembarangan.
Kondisi keuangan Volkswagen semakin terlihat buruk. Pada kuartal ketiga tahun 2025, perusahaan mengalami kerugian bersih sebesar €1,07 miliar, berbalik dari keuntungan sebesar €1,56 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban biaya khusus mencapai €7,5 miliar, yang disebabkan oleh tarif dari Amerika Serikat, biaya restrukturisasi, serta perubahan strategi Porsche yang kembali memperpanjang masa produksi mesin pembakaran internal. Secara keseluruhan, laba bersih Volkswagen dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 menurun 61 persen menjadi €3,4 miliar.
Keadaan semakin parah karena performa yang melemah di China, yang merupakan pasar terbesar di dunia, di mana pengiriman Volkswagen menurun 4 persen dalam tiga kuartal pertama tahun 2025. Merek-merek lokal seperti BYD dan Geely kini menguasai hampir 69 persen pasar berkat inovasi digital yang cepat dan harga yang bersaing. Untuk menghadapi tekanan tersebut, Volkswagen menginvestasikan sebesar US$3,5 miliar untuk mengembangkan kendaraan yang disesuaikan dengan keinginan pasar China.
Leave a comment