Para pemain skateboard selalu memiliki ide yang inovatif, mereka memilih untuk menunjukkannya melalui mode, seni, atau pembuatan skateboard DIY. Inovasi yang sama itulah yang membuat para pemain skateboard dan pendukungnya di St. Louis, Missouri, mengubah sebuah gereja bersejarah yang terbengkalai menjadi taman skateboard dalam ruangan.
Gereja tersebut yang dulunya bernama St. Liborius berdiri tegak dengan latar belakang lanskap St. Louis sejak tahun 1800-an.
Gereja bergaya Kebangkitan Gotik ini dibangun pada tahun 1889 oleh arsitek New York, William Shickel. Hampir seabad kemudian, pada tahun 1975, gereja ini ditetapkan sebagai Landmark Kota. Empat tahun kemudian, pada tahun 1979, gereja ini mendapatkan tempatnya yang layak di Daftar Tempat Bersejarah Nasional, dan pada saat itu, Keuskupan Agung St. Louis masih memiliki bangunan tersebut, menurut formulir nominasinya .
:max_bytes(150000):strip_icc():focal(1401x0:1403x2):format(webp)/St.LiboriusChurchandBldgs5-26-573efae299f8408aa893f4cca8dd158b.jpg)
Pada tahun 1992, gereja tersebut berhenti beroperasi dan bangunan itu terbengkalai hingga para pemain skateboard mengambil alih penanganannya beberapa tahun kemudian.
Dave Blum, Bryan Bedwell, dan Joss Hay membeli gedung tersebut dan memimpin revitalisasinya lebih dari 10 tahun yang lalu, seperti yang dilaporkan oleh St. Louis Magazine . Pada awalnya, mereka mengadakan konser amal, pameran seni, dan kegiatan sukarela untuk mengumpulkan dana guna merestorasi gereja sekaligus memperkenalkan usaha baru mereka kepada masyarakat. Setelah menjadi taman skate dalam ruangan dan berganti nama menjadi Sk8 Liborius landasan, rel, dan half pipe menggantikan bangku dan altar, tetapi arsitektur uniknya tetap terjaga



Leave a comment