Emilia Loman sudah memiliki ketertarikan terhadap Jimny dari dulu. Dulu cuma bisa suka, dan dipandang saja tanpa berani untuk memiliki.
Seiring waktu, keinginan itu akhirnya terwujud. Bukan sekadar beli mobil, tapi seperti menghidupkan mimpi lama yang akhirnya jadi kenyataan.
Awalnya, rencana punya mobil ini cukup โseriusโ ingin dibangun jadi mobil off-road. Tapi realitanya berubah.
Saat sudah bertemu langsung dengan Jimny, justru yang muncul adalah rasa ‘Kok lucu banget ya mobil ini’.

Menurutnya mobil ini terlalu lucu untuk jadi mobil off-road yang ekstrem, tapi bangun Jimny yang menyenangkan, santai, bisa dipakai harian, dan punya karakter dengan Emilia itu sendiri.
Di antara berbagai varian Jimny, JB74 warna putih jadi yang paling sering dipakai. Bahkan bisa dibilang jadi โmobil harianโ.
Emilia memiliki alasan tersendiri memilih JB74 putih untuk menemani harinya. JB74 memiliki dimensi yang compact dan cocok untuk mobilitas di jalanan ibukota yang cukup padat, mudah dipakai kemana saja, dan yang paling utama punya karakter.

Meski begitu, ada juga kompromi yang harus diterima.
Sebagai mobil dengan DNA off-road, Jimny memang bukan yang paling nyaman.
Beberapa hal yang dirasakan oleh Emilia, yaitu:
Emilia sendiri memiliki Jimny baru dan lama, ada perbedaan yang Emilia rasakan terhadap dua generasi berbeda dari Jimnya yaitu JA11 dan JB74.
Untuk JA11 kekurangan yang dirasakan adalah suspensi keras dan pastinya hal tersebut membuat kurang nyaman untuk dipakai harian. Sedangkan untuk JB74 kekurangan yang dirasakan adalah mobilnya masih terasa limbung.

Selain menggunakan Jimny untuk harian, Emilia masuk ke dunia balap/off-road dengan sebuah Jimny. Dan ada alasan kenapa ia memilih Jimny:
Budget yang dikeluarkan lebih masuk akal daripada mobil lain, support dari komunitasnya cukup kuat, dan banyak refrensi untuk membangun sebuah Jimny di dunia balap.
Sebagai seorang wanita yang masuk ke dunia balap menggunakan Jimny, Emilia memiliki ketakutan yang semua orang pikirkan yaitu takut mobilnya oleng dan kebalik. Dan hal yang ditakutkan itu terjadi saat Emilia dan suami turun balap Rally Raid. Ujar Emilia itu merupakan faktor human error dan pengalaman driver yang bisa terjadi kapanpun dan siapapun.
Buat Emilia, Jimny bukan sekedar kendaraan tapi sudah jadi bagian dari keluarga yang dirawat sepenuh hati, dan siap diajak kemana saja.
‘Jimny itu kendaraan yang harusnya dinikmati oleh penggunanya.’ ujar Emilia Loman

Leave a comment