Home Automotive Car Duo Mclaren Kena Diskualifikasi di Las Vegas GP F1
CarNews

Duo Mclaren Kena Diskualifikasi di Las Vegas GP F1

Share
Share

Malam di Las Vegas seharusnya jadi panggung gegap-gempita untuk McLaren F1 Team dan para pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri. Tapi alih-alih podium, yang muncul justru kabar pahit: keduanya didiskualifikasi dari hasil 2025 Las Vegas Grand Prix karena pelanggaran teknis.


Apa yang Sebenarnya Terjadi?

  • Di sirkuit jalanan Las Vegas sepanjang 50 lap, Norris sempat start dari pole dan sempat bersinggungan dengan rival juara sebelum akhirnya finis di posisi kedua. Piastri pun cukup solid finis keempat.
  • Namun setelah balapan, pemeriksaan teknis oleh FIA menunjukkan bahwa skid blocks (komponen di bawah mobil) di kedua mobil McLaren terlalu tipis kurang dari ketentuan minimum: 9 mm.
  • Dengan ketebalan yang diukur tidak memenuhi standar, stewards tak punya pilihan selain mendiskualifikasi kedua mobil. Hasilnya, finis Norris dan Piastri “dihapus” dari klasemen resmi.

Menurut regulasi, ini hukuman tegas tanpa toleransi meskipun tim menyebut pelanggaran itu “tidak disengaja”.


Dampak Langsung: Gelar dan Atmosfer Kejuaraan Bergetar

  • Dengan diskualifikasi tersebut, kemenangan di Las Vegas disahkan untuk Max Verstappen, sedangkan Norris dan Piastri kehilangan poin yang seharusnya mereka raih.
  • Sebelumnya, selisih poin Norris di posisi teratas cukup aman. Tetapi sekarang hanya 24 poin memisahkan Norris dengan Piastri dan Verstappen, dengan dua race tersisa musim ini (Qatar & Abu Dhabi).
  • Artinya: gelar dunia yang tadinya terasa cukup aman bagi McLaren kini kembali digantung dengan ketidakpastian seperti semua mata kini tertuju ke dua seri penutup musim.

Mengapa Bisa Error Seberat Ini? Faktor Teknis + Risiko “Fine-Tuning”

Tim McLaren sendiri mengakui bahwa kondisi lintasan, setup mobil, dan konfigurasi balapan di Vegas cukup ekstrem:

  • Mereka menjelaskan bahwa mobil mengalami “porpoising” artinya mobil terus-menerus memantul karena kombinasi kecepatan tinggi dan karakter jalan raya Las Vegas. Akibatnya lantai mobil bersentuhan lebih intens dengan aspal, mempercepat keausan skid block.
  • Ditambah lagi, sesi latihan (practice) terganggu cuaca dan red-flag, sehingga tim tak punya banyak kesempatan untuk simulasi setup membuat prediksi tentang seberapa keras mobil bisa dikendarai jadi riskan.
  • McLaren menyebut bahwa kerusakan ini tidak disengaja tapi aturan pun soal thickness skid block sangat ketat, tanpa celah. Menurut FIA, meski pelanggaran ini bukan dari niat curang, tetap tidak bisa dibenarkan.

Kesimpulannya: dalam Formula 1, margin kesalahannya benar-benar tipis — satu komponen kecil, satu slip teknis, bisa merobohkan seluruh hasil balapan.


Reaksi & Atmosfer di Paddock: Kecewa, Marah, Tapi Kompetisi Belum Usai

  • Tim McLaren secara resmi meminta maaf kepada pembalap dan para fans atas “double DSQ” yang sangat menyakitkan ini.
  • Di sisi pembalap, Norris menyebut ini sebagai “hasil yang sangat frustasi” terlalu menyakitkan melihat performa sepanjang akhir pekan dan harus kehilangan poin karena hal di luar kontrol dirinya.
  • Bagi para penggemar dan pengamat F1, ini jadi pengingat keras bahwa tidak ada ruang untuk kompromi: regulasi teknis dipatuhi secara sangat ketat. Atmosfer kejuaraan kini makin panas, persaingan gelar 2025 kembali terbuka lebar.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *