Kali ini tim Human On Wheels memiliki kesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan salah satu legenda modifikasi Indonesia, Peter Jacobson. Ia dikenal sebagai sosok dibalik Jacobson Supercar yang terletak di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Ketertarikan om Peter dimulai sejak berumur 18 tahun, mobil pertama yang ia modifikasi adalah Chevrolet Impala 4 pintu yang diubah menjadi kabriolet. Seiring berjalannya waktu, Om Peter memutuskan untuk membangun bengkel pribadi pada tahun 1999.

Diawal bengkel Om Peter berdiri ia langsung mengeksekusi Toyota Kijang yang dibuat super pendek sebagai salah satu icon bengkel. Era film Fast and Furious menjadi titik balik modifikasi, mulai banyak orang mengeluarkan ide-ide ekstrem mulai bermunculan. Salah satu kreasi Om Peter di era itu adalah pintu yang bisa dibuka berbarengan dengan atap, kap mesin, dan bagasi yang merupakan ide konsep diluar kebiasaan pada jaman itu.

Meski begitu, om Peter bukan tipe yang sekedar mengikuti tren. Ia lebih suka menciptakan sesuatu yang seru dan unik. Menurutnya, terlalu banyak orang hanya ikut-ikutan, padahal setiap individu bisa melahirkan ide baru dari dirinya sendiri.
Konsep modifikasi om Peter dikenal nyentrik dan eye catching, kalau bahasa lamanya “tolong buat gaya yang bisa bikin orang patah leher”. Artian dari patah leher adalah dari mobil datang sampai pergi orang itu ga lepas pandangan sama mobil tersebut.

Setiap mobil yang dikerjakan memiliki style dan karakter masing-masing, disesuaikan dengan pemiliknya. Om Peter menolak membuat mobil yang sama untuk customernya. Justru tantangan ini yang menciptakan karya-karya modifikasi yang segar dan berani.

Dari semua hasil modifikasi Om Peter ia ingin semua mobil yang di modifikasi masih dapat dipakai sebagai mobil yang jalan bukan hanya sebagai pajangan, gaya boleh nyentrik tapi harus bisa jalan di kaki sendiri.

Leave a comment