Dunia mengenal Billy Joel sebagai sang Piano Man, legenda musik pemenang Grammy yang menjual ratusan juta kaset dan mengiringi perjalanan hidup banyak generasi lewat tembang retro seperti Uptown Girl dan Vienna. Namun, di luar gemerlap panggung dan dentingan tuts piano, pelantun lagu legendaris ini menyimpan passion yang sama besarnya terhadap bau bensin, raungan mesin twin, dan estetika motor kustom.
Cinta mati Billy Joel pada dunia roda dua bukan sekadar hobi musiman atau gaya-gayaan kolektor kaya. Ini adalah petrolhead soul sejati yang mengakar sejak usianya masih belasan tahun.
Awal Mula Hubungan Cinta dan Benci dengan Sepeda Motor
Billy Joel mulai berkendara sejak muda di kawasan Long Island, New York. Bagi Joel, menunggangi motor adalah jalan pintas untuk melarikan diri dari tekanan kepopuleran dan ruang riuh panggung hiburan. Di atas motor, helm memendam identitas megabintangnya; ia hanya seorang pengendara yang menikmati angin dan jalanan.
Namun, hubungannya dengan sepeda motor tak selalu mulus. Pada tahun 1982, Joel mengalami kecelakaan hebat saat mengendarai Harley-Davidson di Long Island. Sebuah mobil menerobos lampu merah dan menghantamnya, membuat jempol tangan kirinya hancur dan pergelangan tangannya patah. Bagi seorang pianis dunia, cedera tangan adalah ancaman karier yang fatal.
Hebatnya, trauma tersebut tidak melunturkan sedikit pun kecintaannya pada motor. Begitu sembuh, ia kembali naik ke atas jok.

20th Century Cycles: Toko Kustom dan Musium Hidup Milik Sang Maestro
Bagi Billy Joel, memelihara koleksi motor saja tidak cukup. Ia ingin membagikan gairah kustom tersebut kepada masyarakat luas. Dari situlah lahir 20th Century Cycles, sebuah bengkel sekaligus galeri kustom yang ia dirikan di Oyster Bay, Long Island, New York.
Galeri ini memajang puluhan koleksi sepeda motor miliknya yang dikoleksi dan dimodifikasi selama puluhan tahun. Pendekatan kustom Billy Joel sangat khas dan unik:
- Filosofi Retro-Modern: Joel menyukai bentuk dan estetika klasik era 1930-an hingga 1950-an, tetapi menginginkan keandalan mesin modern.
- Kustomisasi Berbasis Motor Modern: Banyak koleksinya menggunakan basis motor modern (seperti Kawasaki W850, Moto Guzzi, atau Triumph) yang kemudian dirubah total bodi, tanki, dan fender-nya agar berpenampilan layaknya motor era pre-war atau cafe racer vintage.
- Terbuka untuk Publik: Tempat ini dibuka untuk umum secara gratis tanpa memungut biaya masuk, menjadi tempat berkumpul favorit para pistonhead lokal dan turis dari berbagai negara.
Harmoni Nada dan Deru Mesin
Bagi Billy Joel, ada kemiripan mendasar antara merangkai nada musik dan membangun sebuah motor kustom. Keduanya membutuhkan presisi, estetika, dan ritme yang pas.
Hingga usianya yang tak lagi muda, sang Piano Man masih sering terlihat berkendara santai di sepanjang jalanan Long Island dengan jaket kulit kesayangannya. Billy Joel membuktikan bahwa jiwa musisi dan kultur roda dua bisa menyatu dengan sempurna, menciptakan simfoni kebebasan yang sesungguhnya di atas aspal.

Leave a comment