Home Automotive Motorbike Drama MotoGP Assen: Kena Penalti Akibat Insiden Mirip ‘Rossi vs Marquez’, Diggia Buka Suara
MotorbikeNews

Drama MotoGP Assen: Kena Penalti Akibat Insiden Mirip ‘Rossi vs Marquez’, Diggia Buka Suara

Share
Share

Ajang MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen menyisakan drama panas yang menjadi perbincangan hangat para pencinta balap. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio (Diggia), harus menerima kenyataan pahit terkena penalti turun satu posisi setelah terlibat insiden senggolan di tikungan terakhir (chicane) menjelang garis finis.

Menariknya, insiden yang melibatkan Diggia ini langsung memicu nostalgia para penggemar MotoGP karena dianggap sangat mirip dengan duel legendaris antara Valentino Rossi vs Marc Marquez di sirkuit yang sama pada tahun 2015 silam.

Kronologi Insiden di Tikungan Terakhir

Drama terjadi di lap terakhir ketika Diggia sedang bertarung ketat berebut posisi dengan pembalap di dekatnya. Saat memasuki chicane terakhir yang terkenal sempit dan krusial, terjadi kontak yang membuat salah satu pembalap terpaksa melebar dan memotong jalur gravel / green area.

  • Keputusan Steward: Setelah melakukan investigasi cepat pasca-balap, FIM MotoGP Stewards memutuskan bahwa tindakan Diggia melanggar regulasi batas lintasan (track limits) atau menyebabkan pembalap lain dirugikan dalam situasi perebutan posisi tersebut.
  • Hukuman: Diggia dijatuhi penalti turun satu posisi, yang otomatis mengubah hasil finis resminya di GP Assen.

Dejavu Rossi vs Marquez 2015

Bagi para penggemar lama, kejadian ini adalah replika sempurna dari salah satu momen paling ikonik dalam sejarah MotoGP. Pada tahun 2015, Valentino Rossi (yang kini menjadi bos dari tim Diggia sendiri) terlibat benturan dengan Marc Marquez di titik yang persis sama.

Saat itu, Rossi yang tersenggol Marquez memilih untuk memotong gravel sambil menegakkan motornya dan keluar sebagai pemenang. Bedanya, pada tahun 2015 Rossi tidak dijatuhi hukuman karena dianggap sebagai insiden balap (racing incident) akibat efek dorongan, sementara dalam kasus Diggia tahun 2026 ini, Steward melihat adanya pelanggaran yang solid berdasarkan regulasi modern yang lebih ketat.

Reaksi Diggia: Kecewa tapi Menerima

Menanggapi hukuman penalti yang memotong poin pentingnya, Fabio Di Giannantonio tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Namun, ia memilih untuk tetap bersikap profesional.

“Tentu saja saya kecewa dengan keputusan tersebut karena kami telah berjuang habis-habisan sepanjang balapan. Insiden di tikungan terakhir itu terjadi sangat cepat dalam tensi balap yang tinggi. Namun, aturan tetaplah aturan dan kami harus menghormati keputusan dari Steward,” ungkap Diggia.

Meskipun harus kehilangan posisi akibat penalti, performa Diggia di Assen membuktikan bahwa motor spek Ducati milik tim VR46 mampu bersaing sengit di barisan depan. Seri berikutnya akan menjadi ajang pembuktian bagi Diggia untuk membalas kekecewaan di Belanda ini.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *