Home Automotive Car Ford Lakukan Recall 9.8 Juta Mobil Tahun Ini
CarNews

Ford Lakukan Recall 9.8 Juta Mobil Tahun Ini

Share
Share

Ford Motor Company kembali menjadi sorotan tajam di industri otomotif dunia akibat tren penarikan kembali kendaraan atau recall yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah mencatatkan sejarah kelam pada tahun 2025 sebagai produsen mobil dengan jumlah recall terbanyak sepanjang masa, kondisi di tahun 2026 justru menunjukkan tren yang lebih mengkhawatirkan. Meskipun secara kuantitas jumlah kasus recall tahun ini diprediksi tidak akan menyamai rekor tahun lalu, jumlah kendaraan yang terdampak diperkirakan bakal melampaui angka total di tahun 2025.

Menengok ke belakang, pencapaian buruk Ford pada tahun lalu memang sulit dipercaya. Perusahaan ini memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh General Motors dengan selisih lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 153 kasus recall yang mencakup hampir 13 juta unit kendaraan. Namun, data terbaru hingga pertengahan tahun 2026 ini menunjukkan bahwa Ford telah mengeluarkan 34 pengumuman recall yang melibatkan 9.812.890 unit kendaraan, ditambah satu penarikan khusus untuk ribuan komponen pemanas blok mesin.

Kasus penarikan terbesar di tahun 2026 sejauh ini melibatkan 4,4 juta truk, termasuk lini paling laris mereka, F-Series. Masalah utama bersumber pada gangguan perangkat lunak yang dapat menyebabkan lampu indikator dan rem pada trailer yang tersambung berhenti berfungsi secara tiba-tiba. Sebagai langkah perbaikan, pabrikan berlogo “Blue Oval” ini tengah mengupayakan pembaruan perangkat lunak melalui sistem over-the-air (OTA) untuk meminimalkan risiko kecelakaan bagi para penggunanya.

Tingginya angka recall ini bukanlah masalah baru bagi Ford. Perusahaan asal Dearborn ini telah menduduki posisi puncak daftar recall terbanyak selama tiga tahun berturut-turut sejak 2022 hingga 2024, yang mengakibatkan kerugian biaya garansi hingga miliaran dolar. Tekanan semakin memuncak ketika pada akhir 2024, Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) menjatuhkan denda berat kepada Ford karena dianggap gagal mematuhi persyaratan recall federal. Dalam kesepakatan tersebut, Ford setuju untuk merombak proses penanganan masalah keselamatan mereka di bawah pengawasan ketat NHTSA selama tiga tahun.

Menanggapi situasi ini, pihak Ford memberikan pembelaan dengan menyatakan bahwa lonjakan angka recall ini merupakan bagian dari strategi intensif perusahaan untuk lebih proaktif. Ford mengeklaim telah menggandakan jumlah tim ahli teknis dan keselamatan serta memperketat pengujian pada sistem kendaraan yang kritis, seperti sektor powertrain. Perusahaan menegaskan bahwa mereka lebih memilih untuk “menempuh langkah ekstra” dalam menemukan dan memperbaiki masalah perangkat keras maupun perangkat lunak secepat mungkin demi menjamin keselamatan para pelanggannya di masa depan.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *