•   Workshop  
  • Boleh Nggak Sih Gonta-ganti Bahan Bakar Kendaraan?


    Hari ini premium, besok coba pertamax. Bahaya atau nggak sih?

    Bahan bakar untuk kendaraan bermotor di Indonesia umumnya ada 4, yaitu solar, premium, pertalite, dan pertamax. Bukan pertanyaan yang jarang ditanyakan juga perihal gonta-ganti bensin. Sebenarnya baik atau buruk untuk mesin kendaraan?

    Di kesempatan kali ini, Human On Wheels akan membagikan pengetahuan perihal gonta-ganti mesin.

    Solar hanya untuk kendaraan bermesin diesel

    Pertama-tama, perlu diingat selalu bahwa solar hanya untuk kendaraan bermesin diesel. Solar adalah bahan bakar yang tidak termasuk bensin. Maka, memang pemakaiannya hanya terbatas pada kendaraan bermesin diesel saja. Karena hal ini, solar juga dikenal sebagai bahan bakar yang paling terjangkau untuk mesin-mesin yang garang.

    Premium = Bensin

    Premium adalah bensin itu sendiri. Bensin adalah produk turunan minyak bumi yang merupakan hasil penyulingan minyak mentah.

    Pada dasarnya, semua minyak itu sama-sama senyawa hidrokarbon (tersusun dari unsur hidrogen dan karbon). Mulai dari minyak goreng sampai aftur, semuanya sama-sama tersusun dari unsur hidrogen (H) dan karbon (C) . Pembeda dari ragam olahan minyak adalah panjang rantai hidrokarbon. Untuk bahan bakar kendaraan bermotor, panjang rantai C7 sampa C10.

    Premium, pertalite, pertamax


    Image source: IDN Times Web

    Selain solar, bahan bakar lainnya seperti pertalite dan pertamax adalah produk turunan bensin/premium. Pembeda dari ketiganya ialah nilai oktan.

    Nilai Oktan

    Nilai oktan adalah tetapan pengukur kualitas bahan bakar. Semakin tinggi nilai oktan, semakin baik pula kemampuan bahan bakar mengatasi ketukan (knocking) pada mesin. Nah, knocking ini yang jadi musuh kita, yang membuat mesin jadi cepat rusak.

    Berikut informasi nilai oktan bahan bakar umum di Indonesia:

    Premium = 88

    Pertalite = 90

    Pertamax = 92

    Pertamax Plus = 95

    Pertamax dan pertamax plus terkenal dengan harganya yang paling tinggi.  Sekarang pembaca tahu apa penyebabnya, nilai oktannya yang tinggi membuat pertamax dan pertamax plus semakin baik dalam mengatasi ketukan mesin.

    Jadi, bahaya nggak sih gonta-ganti bensin?


    Image source: IDN Times Web

    Dilansir dari IDN Times, jawaban dari pertanyaan ini adalah relatif. Hal ini tergantung 2 hal, yaitu:

    -       Seberapa sering gonta-ganti bensin : kalau terlalu sering gonta-ganti bensin, tidak menutup kemungkinan mesin jadi “bingung” karena setiap bahan bakar punya tingkat kompresinya masing-masing. Hal ini bisa jadi berdampak buruk.

    -       Kondisi tangki : baik untuk diperhatikan teman-teman yang mau ganti bensin, untuk membiarkan bahan bakar habis atau sedikit sebelum mengganti dengan jenis yang lain.

     

    Oleh : Essie Tiara Bethamonka 

    Sumber: Idntimes.com