•   Story  
  • Mengenang kembali Bus Robur yang masuk ke Indonesia pada tahun 1965


    “Pada 1965, Presiden Soekarno menghapus keberadaan trem sebagai alat transportasi warga Ibu Kota, namun sebagai gantinya pemerintah membuat terobosan baru dengan mendatangkan bus yang dianggap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.”

    Jakarta memang selalu menarik untuk dikulik, tidak melulu soal perkembangan kota tersebut, tetapi juga dengan sejarah transportasinya. Salah satu yag menarik adalah keberadaan bus Robur yang terkenal melegenda.

    Awal mulanya, bus ini didatangkan dari pabrik bernama Volkseigener Betreib/VEB Robur-Werke Zittau yang berasal dari German timur. Robur pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1965 di era Presiden Soekarno.

    Dua tahun setelahnya, pada tahun 1967, ada 50 bus Robur dioperasikan di Jakarta dan dikelola oleh PT Tavip. Beberapa trayek yang dilalui adalah Grogol-Lapangan Banteng, Jembatan Semanggi-Harmoni-Lapangan Banteng, dan Rawamangun-Salemba-Lapangan Banteng.

     

    Sumber foto : Instagram/@busklasik

    Bus Robur yang berkapasitas 29 tersebut beroperasi saat pemerintah baru memberlakukan kebijakan moneter berupa penerbitan uang baru dan pemotongan nilai tukar rupiah sebesar 1.000 persen. Dengan adanya kebijakan tersebut, pecahan Rp 1.000 sama dengan Rp. 1. 

    PT Tavip memasang tarif jauh-dekat Rp 20 sen untuk uang baru dan Rp 200 untuk nilai pecahan lama. Pada April 1968, pemerintah menaikkan lagi tarif ini menjadi Rp 10.

     

    Sumber foto : Instagram/@busklasik 

    Bus ini sangat populer di era 60-an hingga 70an. Hanya saja perjalanannya terhenti beroperasi di Jakarta selama 20 tahun lamanya. Di tahun 80-an, bus Robur mulai digantikan oleh metromini.


    Oleh : Indra Gunawan

    Sumber : Kompas.com