•   Story  
  • Pendiri Honda Pernah Ditolak Toyota dan Depresi


    Honda merupakan perusahaan sepeda motor terbesar di dunia saat ini, dan perusahaan terbesar ke dua di Jepang. Namun siapa sangka di balik kesuksesan Honda saat ini tersimpan sejarah panjang tentang Kegagalan-kegagalan yang dialami pendirinya.

    Seperti kebanyakan negara-negara lain, Jepang dihantam oleh depresi besar tahun 1930-an. Dan di tahun-tahun itulah Honda juga mengembangkan konsep ring piston yang rencananya untuk Ia juga ke Toyota. Ia bekerja siang dan malam, bahkan tidur di bengkel, bahkan sampai menggadaikan perhiasan istrinya untuk modal kerja. Namun setelah ring piston karyanya jadi dan Ia tawarkan ke Toyota, karyanya ditolak oleh pihak Toyota karena Ring Pinston buatannya tidak memenuhi standar. 

    Soichiro Honda tak mudah menyerah, setelah beberapa mengalami kegagalan akhirnya desain Ring Pinston yang dibuatnya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berencana membuka pabrik. Namun sayangnya, niatan itu kandas, Jepang siap siaga untuk perang, tidak ada yang memberikan dana. Dengan tak patah arah Ia tetap mengumpulkan modal dari sekelompok orang yang mendirikan pabrik. Tetapi musibah datang lagi, setelah perang meletus, pabrik terbakar dua kali. Hidup Honda setelah itu pun sempat terlunta-lunta, bahkan terlihat hampir menyerah.

    Setelah perang kondisi perekonomian Jepang hancur. Honda mulai terdesak hingga dirinya harus menjual mobilnya untuk bertahan hidup, di sini lah ide cemerlang Honda tercetus, Ia mencoba memasang motor kecil di sepeda ontelnya, yang akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya motor Honda.

    Sepeda bermotor buatan Honda itu makin banyak diminati tetangganya. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Soichiro Honda kehabisan stok. Setelah itu Honda mendirikan pabrik motor, dan sejak saat itu kesuksesan itu tak pernah lepas dari genggaman Soichiro Honda. Dan kita tahu sendiri motor Honda saat ini menjamur di jalanan dunia termasuk Indonesia.

    Perkembangan dan Inovasi Honda Hingga Saat Ini 

    Honda Motor Company menjadi perusahaan pada September 1948, A-Type begitu sukses di pasaran saat itu, hingga menguasai 60 persen pasar dalam negeri Jepang. Honda menamakan mesin-mesin Honda sesuai abjad, mulai dari A-Type, diikuti oleh B-Type dan C-Type. Disusul D-Type pada 1949 lalu E-Type pada pertengahan 1951. 

    Kemudian muncul E-type yang merupakan sepeda motor 4 tak pertama Honda. Rata-rata produksi motor itu mencapai 130 unit per hari. Meski titik cerah terlihat, bukan berarti Honda tak punya masalah. Usahanya nyaris bubar pada 1953 karena cash-flow perusahaan sempat tersendat.

    Oktober 1958, Honda merilis sepeda motor C-100 Super Cub.  Setelah membangun industri sepeda motor, Honda juga membangun industri mobilnya. Namun dalam produksinya mobil Honda harus bernaung di "perusahaan" tersendiri.

    Meski secara teknis tetap berada di bawah naungan Honda "pusat". Langkah itu dilakukan supaya produksi mobil Honda bisa dilakukan secara mandiri tanpa harus dikait-kaitkan dengan sepeda motor Honda. Oleh sebab itu logo sepeda motor dengan mobilnya harus dibedakan.

    Mobil sport pertama mereka S-360 sudah pamerkan di Tokyo Motor Show 1962. Sementara, truk kecil pertama mereka, yang diberi nama T-360, mulai diproduksi pada 1963 hingga 1967.

    Dari sini sudah jelas bahwa antara Mobil Honda dengan Motor Honda memiliki keterkaitan yang tak terpisahkan. Lalu ada sebuah pertanyaan kenapa logo mobil Honda dengan sepeda motor Honda beda? Di mana logo mobil berupa huruf "H" yang artistik sedang motornya berupa satu sisi sayap burung yang sedang mengepak…