•   Story  
  • Perempuan Paling Berpengaruh di Nissan, Kyoko Shimada


    Meski otomotif identik dengan kaum pria dan di Jepang belum ada Undang-undang Kesetaraan Kesempatan Kerja untuk Pria dan Wanita, hal ini tidak menghentikan Kyoko Shimada berkarir bahkan menjadi wanita paling berpengaruh dalam perjalanan Nissan.

    Berbicara seputar dunia otomotif, memang hal satu ini identik dengan kaum pria. Namun, apa ini menutup kemungkinan berkecimpungnya kaum wanita di dunia ini? Tentu saja tidak.

    Kira-kira seperti Kartini yang mendobrak sejarah agar wanita juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak, demikian juga peran Kyoko Shimada yang masuk ke dunia otomotif.

    Bergabung dengan Nissan di 1967, Kyoko Shimada merupakan wanita pertama yang menjadi desainer mobil di Jepang. Bahkan kehadirannya di Nissan saat itu jauh sebelum adanya Undang-Undang Kesetaraan Kesempatan Kerja untuk Pria dan Wanita di kota sakura itu. Jadi, Shimada menjadi staff Nissan di masa perempuan yang bekerja dianggap tidak lazim.


    Image source: Kumparan

    Facts Time! Shimada tidak langsung bekerja sebagai desainer mobil, melainkan terjun ke beberapa divisi lainnya terlebih dahulu seperti perencanaan produk, penjualan, public relation, sampai corporate social responsibility. Dengan menjalani pengalaman kerja di divisi-divisi tersebut, Shimada dapat lebih mendalami dunia otomotif, terlebih budaya Nissan.

    Dari perjalanannya bersama Nissan, Shimada memandang mobil bukan hanya sebagai alat transportasi, tapi juga sarana berekspresi, identitas dan gaya hidup. Oleh karena itu, menurutnya penting untuk mobil tidak hanya memanjakan pengemudinya tapi juga penumpangnya atau siapapun yang melihat mobil dari luar.

    Berangkat dari pandangannya, Shimada mengusulkan untuk Nissan bisa bermain dengan warna baru seperti biru segar, coklat dan putih. Pendapatnya ini terbilang berani karena pada saat itu warna serba hitam lah yang mengindikasikan kemewahan sebuah mobil. Kemudian barulah ia masuk ke divisi desain dan pengembangan.