•   News  
  • Akankah Jetpack Jadi Alat Transportasi Umum?


    Jika smart cars akan tergantikan oleh flying cars, apa mungkin pada akhirnya semua orang menggunakan jetpack sebagai alat transportasi sehari-hari?

    Melihat revolusi di dunia otomotif yang begitu dinamis dan cepat, paparan informasi tentang  inovasi demi inovasi seputar otomotif tidak pernah ada habisnya. Mulai dari inovasi pada fitur rem, kendaraan matic, smart cars, flying cars, dan sekarang jetpack.

    Menjawab pertanyaan pada sub judul secara solid sepertinya terlalu berani, maka Human On Wheels akan memberikan informasi mengenai perkembangan jetpack yang sudah dilakukan selama ini.

    Ternyata proyek pertama pengerjaan jetpack ini sudah dilakukan di tahun 1919 oleh seorang pilot Rusia bernama Aleksandr Andreyev. Kemudian penelitian guna membuat kendaraan solo driving ini juga dilakukan pada periode Perang Dunia ke-2 oleh ahli roket Jerman bernama Wernher Von Braun. Saat itu inovasi tersebut dikenal dengan sebutan Jet Vest.

    Tidak mau ketinggalan, Amerika pun menyusul percobaan pengembangan jetpack melalui proyek Grasshopper, yang jalannya terhambat oleh karena keterbatasan dana.

    Bell Rocket Belt, Inovasi Jetpack Tanpa Bahan Bakar Roket

    Ditemukan oleh Wendell Moore pada tahun 1960, jetpack dengan memanfaatkan mesin jet turbo ini dianggap sebagai penemuan yang berhasil. Moore dan rekannya yang adalah seorang spesialis gas turbin, John K Hulbert menggunakan hidrogen peroksida sebagai bahan bakar. Namun, kesulitan pengoprasian kendaraan ini adalah kendalinya yang sepenuhnya berada di tangan.

    Setelah menjalani tes demi tes, akhirnya jetpack ini berhasil diterbangkan. Mencapai ketinggian 4,5 meter selama 15 detik ketika dipertontonkan ke publik pertama kalinya, jetpack berhasil mendarat dengan mulus.



    Image source: Detik Otomotif Web

    Tecaeromex Rocket Belts, Jetpack ter-menjanjikan Sejauh Ini

    Jetpack satu ini diproduksi oleh Tecnologia Aeroespacial Mexicana. Tidak hanya memproduksi, mereka juga menjual jetpack rancangan mereka ke pasar dan hingga 2018 ada 4 unit jetpack yang bisa dijual. Tak lepas dari kontroversi, jetpack dinilai sangat berbahaya dan memiliki resiko tinggi pada keamanan dan keselamatan.

    Pilot-pilot AS Melaporkan Penglihatan Manusia dengan Jetpack di Ketinggian 1000 Kaki



    Image source: Detik Otomotif Web

    Dilansir dari Detik Otomotif, beberapa pilot AS melaporkan penglihatan tak umum yakni seorang pria yang tampak terbang di ketinggian yang sama dengan pesawat yang sedang mereka kemudikan. Pembicaraan mereka dengan Air Traffic Control Bandara Los Angeles pun terekam.

    Dikutip dari Detik Otomotif, demikian percakapan yang terekam:

    PILOT AA1997: Tower, American 1997, kami baru saja melihat seorang pria memakai jetpack.

    ATC: Okay, thank you. Apakah di ada di sisi kanan atau kiri?

    ATC AA1997: Di sisi kiri, mungkin (berjarak) 300 yards, dalam ketinggian yang sama.

    Sekitar 10 menit kemudian, Air Traffic Control Bandara Los Angeles menerima laporan serupa dari pilot lain.

     

    Oleh : Essie Tiara Bethamonka

    Sumber: Oto.detik.com