•   News  
  • 4 Alasan Roda Pesawat Harus dimasukkan Setelah Take Off


    Menyimpan roda pesawat selepas take off ternyata merupakan salah satu hal yang harus dipastikan pilot, apabila luput maka pesawat harus siap alami 4 kejadian fatal ini.

    Kebiasaan para calon penumpang pesawat di boarding room adalah menyaksikan ritual lepas landas pesawat yang diawali dengan melajunya mesin berbadan besar ini di landasan dan pada akhirnya terbang menuju ketinggian. Sebelum badan pesawat menghilang dari pandangan, terlebih dahulu penampakan roda pesawat yang menghilang dari pandangan.

    Ternyata, memasukkan roda sebelum mencapai ketinggian termasuk salah satu protokol penerbangan. Hal ini seperti sepele, namun sudah ada kejadian penonaktifan pilot asal India dikarenakan kelupaan memasukkan roda setelah take off. Tidak memasukkan roda pesawat atau landing gear selepas take off dapat mengakibatkan hal-hal yang cukup fatal, seperti:

    1. Menghambat Kecepatan Terbang Pesawat

    Posisi landing gear yang tetap berada di luar badan pesawat selama terbang membuat pesawat tidak bisa terbang dengan kecepatan maksimal. Hal ini juga karena penyimpanan roda pesawat ke dalam setelah lepas landas berdampak mengurangi pemakaian bahan bakar, sehingga pesawat dapat melaju lebih cepat.

    1. Roda Rusak diterpa Angin Berujung Landing Tanpa Roda



    Image source: Phinemo


    Dilansir dari Brilio, terpaan angin selama terbang dapat merusak landing gear. Apabila landing gear rusak, maka kegunaannya juga berkurang. Padahal landing gear masih dibutuhkan ketika pesawat melakukan pendaratan atau landing.

     

    1. Pemicu Bahan Bakar Berlebih



    Image source: Kumparan

    Seperti yang telah dijelaskan pada poin 1, bahwa menyimpan roda pesawat setelah take off sama dengan menghemat bahan bakar, maka yang sebaliknya berlaku apabila landing gear tidak disimpan selama penerbangan berlangsung.

    Hal ini pula yang menjadi penyebab penonaktifan pilot India Air. Lupa memasukkan roda pesawat selepas take off membuat pesawat yang dibawanya kehabisan bahan bakar sebelum waktunya, sehingga dengan terpaksa harus dilakukan pendaratan darurat. Kondisi minimnya bahan bakar ini juga membuat pesawat hanya bisa terbang di ketinggian 24.000 kaki dan dengan kecepatan 230 knot (biasanya laju pesawat bisa sampai 500 knot).

    1. Menghasilkan Suara Bising Bagi Kru dan Penumpang

    Landing gear yang berada di luar menciptakan efek bising ynag bisa terdengar sampai ke kru, bahkan penumpang. Tak hanya polusi suara, bahkan bisa menimbulkan getaran.



    Oleh : Essie Tiara Bethamonka

    Sumber: Youtube/Brilio