•   News  
  • ​5 Alasan Kegembiraan F1 Kembali ke Istanbul


    Banyaknya rentetan peristiwa mengejutkan di tahun 2020 juga berlaku di pelaksanaan Formula One tahun ini. F1 kembali menggelar kejuaraan di Turki yang terkenal dengan sirkuit Istanbul Park.

    Formula One yang lebih akrab disingkat F1 adalah ajang balap mobil kursi tunggal kelas tertinggi tingkat internasional. Setelah 2011, F1 kembali menggelar kejuaraan di Istanbul Park di 15 November mendatang. Dilansir dari formula1.com, berikut alasan mengapa F1 antusias kembali menggelar Turkish Grand Prix di 2020.



    1. Tikungan 8, Sudut Terpopuler Istanbul Park dapat reputasi “sirkuit terbaik sedunia” yang dilanturkan oleh Bernie Ecclestone, Kepala Eksekutif F1 sendiri. Tikungan pertama Istanbul Park sering dibandingkan dengan Corkscrew yang terkenal di Laguna Seca, juga S do Senna di Interlagos, yaitu tikungan yang begitu tajam. Ada pula sudut populer lain dari Istanbul Park, yakni Faux Rouge. Istilah tersebut diinspirasi oleh kemiripannya dengan sudut ikonik dari sirkuit Belgia, Eau Rouge. Topik seputar Istanbul Park belum lengkap tanpa membicarakan sudut terpopulernya, Si Tikungan 8.Tikungan yang paling menjadi tantangan terbesar sepanjang waktu selama kejuaraan mobil F1. Herman Tilke—desainer sirkuit Istanbul Park bahlan menambahkan benjolan di tikungan dan membuatnya jatuh menurun ke bawah untuk menambah kegembiraan.



    2. Chemistry ​Tak Terbantahkan, Istanbul Park jadi Saksi Peristiwa Ikonik F1 Turkish Grand Prix memang baru 7 kali diagendakan, namun mereka menangkap banyak momen menarik. Kejuaraan F1 di 2006 menangkap momen debut Sebastian Vettel dengan BMW Sauber yang menaklukkan jalur pit dengan 9 detik. Tak hanya itu, dua hari kemudian Istanbul Park menjadi saksipertarungan sengit antara Fernando Alonso dan Michael Schumacher yang pada akhirnya menduduki posisi kedua teratas. Keduanya melewati garis ​finish ​dengan selisih 0.081 detik saja. Momen epik yang tidak dapat terlupakan adalah team mate crash ​ yang terjadi pada Tim Red Bull di tikungan ke-12 Kejuaran F1 2010. Max Webber memberikan gestur jari telunjuk yang diputar di sekitar kepalanya sebagai wujud kekesalannya pada rekannya, Sebastian Vettel. Peristiwa itu menjadi penanda hilangnya harmoni dalam tim untuk tiga musim berikutnya.

    3. Jejeran Sirkuit Fantastis di Agenda F1 2020 “Every cloud has a silver lining,” ​menjadi peribahasa berbahasa inggris yang paling tepat menggambarkan nasib Kejuaran F1 di tahun ini. Pandemi corona memberi dampak yang kurang bermanfaat bagi kebanyakan orang, namun aspek menguntungkan yaitu jejeran sirkuit yang epik. Kejuaran F1 2020 menjadi momen dimana kita dapat menyaksikan pertandingan di Imola, Mugello, Portimao, Nurburgring, dan Istanbul Park menjadi pelengkap yang sama fantastisnya.

    4. Ketidakpastian dalam Musim yang Tidak Pasti alias ​Expect The Unexpected Terakhir kali Kejuaran F1 dilakukan di Istanbul Park adalah Mei 2011. Hal ini akan menjadi sedikit berguna bagi tim dengan mobil F1 turbo-hybrid V6 dengan gaya ​downforce ​yang tinggi, tidak seperti ketika suhu 10 derajat lebih hangat di bulan Mei yang menguntungkan mobil beroperasi V8 yang disedot secara alami. Balapan November nati akan memberi kejutan yang bergantung pada siapa yang bisa menaklukkan kecepatan. Di balik kemudi akan ada Lewis Hamilton, KimiRaikkonen, Sergio Perez dan Sebastian Vettela dengan Vettel, Raikkonen dan Hamilton yang pernah memenangkan satu kali di ​venue ​yang sama. Fakta ini memberikan para pemuda ini kesempatan untuk lebih melakukan persiapan yang matang dari rumah masing-masing.

    5. Spesifikasi Mobil yang Menakjubkan di F1 2020 November 14 akan menjadi hari yang tidak boleh dilewatkan oleh para penggemar F1. Kalau kalian sudah memiliki agenda lain, batalkan segera. Pengalaman ini tidak akan bisa terulangi, yaitu pemandangan mobil-mobil dengan spesifikasi epik yang akan melintasi sirkuit Istanbul Park.

    Oleh : Essie Tiara Bethamonka