•   Art & Culture  
  • Seberapa Lama Ketahanan Tren Sepeda di Tengah Masyarakat Indonesia?


    Gara-gara pandemi, banyak masyarakat Indonesia jadikan bersepeda sebagai hobi. Penggunaan dan penjualan sepeda kian meningkat, kira-kira tren ini akan berakhir bersamaan dengan masa pandemi atau berkelanjutan menjadi gaya hidup ya?

    Sejak pandemi Covid-19, bersepeda sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Memang tidak bisa dipungkiri, di masa yang segala aktivitas baiknya diminimalisir, kebanyakan orang mulai menjadi lebih selektif dalam memilah dan memilih kegiatan untuk dilakukan. Nah, tampaknya memang bersepeda tidak memiliki dampak buruk bagi siapapun yang melakukannya.

    Dilansir dari BBC Indonesia yang merujuk pada data dari Institute for Transportation & Development Policy (ITDP), jumlah pesepeda di Jakarta meningkat hingga 1000%.

    Human On Wheels berani jamin, saat ini setidaknya satu teman di media sosialmu ada yang antusias dengan sepeda.

    Pertanyaan yang tidak jarang dilontarkan, dan sebenarnya menarik juga untuk dibahas adalah apakah tren ini akan berlalu atau berkepanjangan?

    Kalau kata Menperin Agus Gumiwang sih tren sepeda akan terus berlangsung bahkan setelah pandemi berakhir. Kurang lebih 6 bulan sudah pandemi berlangsung, selama itu pula penggunaan dan penjualan sepeda kian meningkat. 

    “Jadi, kalaupun pandemi selesai, naik sepeda sudah menjadi lifestyle,” ujar Agus di CNBC Indonesia.

    Di DKI Jakarta sendiri, dengan adanya fasilitas umum baru berupa MRT, menjadi salah satu faktor pendorong bagi orang-orang untuk membeli sepeda lipat.

    Beberapa pesepeda memilih sepeda karena memberi mobilitas yang independen alias tidak bergantung pada transportasi umum. Sementara, beberapa diantaranya justru merasa transportasi umum membantu mobilitas mereka sebagai pesepeda kalau sewaktu-waktu butuh tumpangan (khususnya bagi pesepeda lipat).

    Sayangnya, di tengah kenaikan penjualan sepeda di tanah air, ternyata 60% komponen sepeda di Indonesia masih bergantung dari impor. Pemerintah ternyata mulai memikirkan untuk mengembangkan sepeda listrik mengingat Indonesia memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa nikel.

    Seru sekali! Selain masyarakat akan mengalami perubahan gaya hidup, pengembangan industri dalam negeri juga akan terdongkrak.

    Pesepeda menggunakan jembatan orang untuk menyebrang

    Image source: BBC Indonesia

    Perihal sepeda akan seterusnya menjadi gaya hidup memang bergantung pada pribadi masing-masing pesepeda. Namun, peran pemerintah juga dianggap penting untuk membuat hal ini menjadi nyata. Seperti dilansir dari BBC Indonesia, fasilitas untuk pesepeda yang tersedia optimal pasti akan menggoda para pesepeda untuk tidak menyia-nyiakannya.



    Image source: CNBC Indonesia

    “Target kami adalah menyediakan jalur sepeda sepanjang 545 kilometer agar penggunaan sepeda sebagai alat transportasi terus meningkat. Karena sepeda satu-satunya alat transportasi efisien dan ekonomis,” ujar Syafrin Limpo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

     


    Oleh : Essie Tiara Bethamonka

    Sumber: Bbc.com/indonesia Cnbcindonesia.com Ussfeed.com